Obat Pikun Itu Bernama Zikir



Junaidi Ahmad S Ag menyampaikan pidato yang menarik dalam Shalat Jum'at yang digelar di Mesjid Raya Pidie Jum'at (15/2/2013). Katanya, pikun merupakan salah satu penyakit pada masa lanjut usia (Lansia) yang kadang kala juga menyerang anak muda. Untuk mengatasi hal tersebut, zikir dinilai manjur.

Pada dasarnya, Pikun bukanlah proses normal dari penuaan usia. Setiap manusia dari berbagai usia bisa mengalami pikun akibat daya ingat dan kemampuan komunikasi atau bahasa yang menurun drastic. Adany gangguan dalam menilai dan berargumen, disorientasi dan perubahan tingkah laku juga mengakibatkan kesulitan untuk fokus dan memberikan perhatian.
"Otak terdiri dari bagian-bagian (regions) yang memiliki fungsi khusus, misalnya bagian kiri hemisphere otak bertanggung jawab dalam kemampuan menganalisis, logika dan bahasa," katanya.
"Nah pikun disebabkan oleh adanya kerusakan pada sel-sel otak yang membuat kemampuan komunikasi antar sel-sel tersebut terganggu," tambahnya lagi.
Dalam konteks ke-Islaman, menurutnya pikun disebabkan karena hati yang mati, sehingga mendapat bisikan dari syaitan dan mempengaruhi sel otaknya. Berdasarkan pantauannya, penyakit ini acap dialami oleh manusia-manusia yang tidak memiliki iman yang kuat. "Jarang, bahkan tidak ada orang yang alim (Ulama-red) yang mengalami hal hal demikian (Penyakit Pikun-red), meski usianya sudah lansia”, kata Junaidi.
Apa rahasianya? Rupanya menurut Junaidi, Zikir merupakan satu-satunya alterlatif untuk menghindari resiko penyakit pikun ini. Pasalnya jika hati dan otak manusia selalu melantunkan zikir, secara otomatis,"Kita telah menjalankan sel otak sehingga tidak berhenti," katanya.
Karenanya, Junaidi mengajak seluruh Umat Muslim di Aceh untuk menjadikan Zikir sebagai bagian dari tradisi menjaga kesehatan iman, jiwa, dan fisik.
#sitomgum | http://x.co/uPH5

0 komentar: