Honorer Pemprov Kalimantan Tengah Tanam Ganja di Halaman Rumah



GP, seorang pemuda berusia 33 tahun yang tercatat sebagai honorer Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (4/2/2013) siang dibekuk Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng. Ia ditangkap atas tuduhan kepemilikan dua pohon ganja dan tiga paket sedang ganja kering siap jual.
GP (33) yang berdinas sebagai honorer Biro Umum, Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah terpaksa berurusan dengan polisi. Siang tadi, saat istirahat, ia ditangkap polisi di depan pusat olahraga bilyar di Palangkaraya.
Saat penangkapan, polisi mendapati tiga paket sedang ganja kering siap jual seharga Rp 150.000 per paket. Polisi kemudian melanjutkan penyidikan dengan menggeledah rumah tersangka. Dari rumah di Jalan Baddak 4 tersebut polisi mendapati dua pohon ganja kecil yang ditanam di halaman rumah.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Komisaris Besar Koeshartono mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku, pohon ganja tersebut merupakan hasil upaya pembibitan yang ia lakukan sendiri dari biji ganja kering yang dibelinya secara rutin dalam satu tahun terakhir.
"Pelaku atas nama GP, pekerjaannya honorer pemprov bagian umum," kata Koeshartono.
Polisi akan menjerat pelaku dengan pasal 111 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana kurungan minimal 5 tahun. 
#sitomgum | http://x.co/tVTV

Kepala Puskesmas Manokwari Menanam Ganja



Kepolisian Resor Manokwari menyita 22 pohon ganja dari lokasi perumahan di kompleks perumahan Jalan Drs Esau Sesa, Distrik Manokwari Selatan, Papua Barat, Kamis (7/2/2013).
Ganja yang ditanam dalam pot bunga itu langsung dicabut oleh sejumlah anggota Satuan Reskrim Narkoba untuk dijadikan barang bukti. Tanaman ganja sebanyak 22 batang dengan tinggi sekitar 160 cm itu ditemukan di belakang rumah Kepala Puskesmas Minyambauw berinisial WH.
"Pohon ganja yang kami amankan berusia sekitar enam bulan dan sudah siap panen. Sekarang kami cabut untuk barang bukti, sementara tersangka sudah kami amankan," kata Kasat Narkoba Polres Manokwari AKP M Sainawal seperti dilansir kompas.com.
Menurut keterangan tersangka, kata Sainawal, bibit tanaman ganja itu dibeli dari orang di atas kapal putih milik PT Pelni yang sandar di Dermaga Manokwari. Ini merupakan kali pertama pelaku menanamnya. Hasilnya tidak untuk dijual.
Sainawal mengaku, lokasi tanaman ganja ini terungkap setelah anggota Satuan Reskrim Narkoba memperoleh laporan dari masyarakat. Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, akhirnya pelaku dan barang bukti berhasil diamankan.
"Pelaku juga mengaku masih ada dua pot tanaman ganja yang ditanam, tetapi lokasi penanamannya di Distrik Minyambauw. Dari keterangan ini, kami akan segera ke lokasi, memang jaraknya cukup jauh dari kota," ujar Sainawal.
#sitomgum | http://x.co/tVRg

Memanen Ganja Segar di Indrapuri, Aceh Besar



Aceh memasuki bulan kedua tahun 2013 kembali dikejutkan dengan penemuan ladang ganja seluas 3 hektar lebih. Hal yang unik, ladang ganja tersebut berada tidak jauh dari perkambungan diantara himpitan perkebunan warga.
Bahkan jalan menuju ke lokasi ladang ganja pun bisa dilalui dengan menggunakan kendaraan roda 4 dengan mudah. Jalan menuju ke lokasi ladang ganja sudah dilakukan pengerasan dengan lebar jalan 3 meter.
Perjalan menuju ke lokasi ladang ganja tersebut hanya membutuh waktu sekitar 30 menit dari jalan raya Medan - Banda Aceh. Kebun itu berada diantara himpitan perkebunan warga yang telah terbengkalai.
Terlihat batang ganja tumbuh subur bagai jamur dimusim hujan. Batang ganja yang siap panen tersebut terlihat tumbuh menghijau setinggi 2 meter.
Aroma khas ganja pun langsung menyegat saat berada di ladang ganja, karena bunga batang ganja itu sedang mekar.
Tak ayal, fotografer, langsung tidak mensia-siakan momen langka tersebut bisa mengabdikan langsung di lokasi penanaman ganja.
Menurut penjelasan Kapolres Aceh Besar, AKBP Djajuli saat ditemui The Globe Journal dilokasi ladang ganja, beliau menjelaskan bahwa ada sekitar 1500 batang ganja yang sudah siap panen berada dilokasi tersebut.
"Ada 1500 batang ganja kita temuai di sini, sebagian sudah kita musnahkan," kata Kapolres Aceh Besar, AKBP Djajuli di lokasi lading ganja Sabtu (2/2/2013).
Kembali Djajuli jelaskan, penemuan ladang ganja bermula dari laporan masyarakat setempat, bahwa ada ladang ganja di desa Meureu Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar yang sudah siap panen. Atas laporan itulah, kata Djajuli langsung mengerahkan pasukan untuk mendatangi TKP.
Setelah pasukan mengendap pada Jumat malam (1/1/2013), menurut kabar pemilik ladang sering datang ke ladang ganja tersebut pada malam hari.
Sehingga pasukan melakukan pengendapan dengan rencana awalnya untuk menangkap pemilik ladang tersebut. Namun setelah sekian lama pasukan mengendap di lokasi, pemilik juga tak kunjung datang. Maka pada pagi hari langsung memusnahkan ladang tersebut.
"Pagi tadi langsung kita musnahkan sebagian," kata Djajuli kembali.
Menurut penjelasan Djajuli, sisanya pada Senin (4/2/2013) akan dilakukan pemusnahan seluruhnya. Semua batang-batang yang kecil-pun akan dicabut lalu dibakar. "Senin kita akan kerahkan banyak pasukan untuk memusnahkan ladang tersebut," tukasnya.
Saat The Globe Journal mempertanyakan pemilik lahan itu apakah sudah terindentifikasi. Djajuli menjelaskan bahwa pemilik lahan sampai saat ini balum diketahui. Namun, ia berjanji akan terus mengembangkan kasus ini sampai ditemukan pemilik ladang tersebut untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
#sitomgum | http://x.co/tVFL

Ganja Aceh Punya Cita Rasa Terbaik di Dunia


Selain memiliki kondisi tanah yang cukup subur dan terletak di jalur khatulistiwa, Aceh juga memilki faktor keistimewaan lain sebagai tempat tumbuhnya ganja (Cannabis Sativa). Salah satu keistimewaan itu adalah pancaran sinar matahari pagi yang cukup baik.
Menurut keterangan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh, Saidan Nafi, sinar matahari yang menyinari wilayah lereng perbukitan Aceh ketika pagi hingga siang hari mampu mendorong pertumbuhan ganja dengan baik.
“Daya serap sinar matahari mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas ganja. Aceh punya itu, punya sinar matahari yang baik ketika pagi hingga siang hari. Makanya ganja Aceh subur dan punya cita rasa terbaik di dunia,” kata Saidan Nafi, Rabu 6 Februari 2013.
Tingkat pertumbuhan ganja di Aceh, kata dia, selama ini memang begitu luar biasa. Bahkan dapat dikatakan sebagai juara pertama sebagai wilayah pertumbuhan aktif. Prestasi pertumbuhan ganja di Aceh melebihi Sumatera Utara yang juga memilki ratusan hektar ladang ganja.
“Aceh itu nomor satu dalam menghasilkan ganja, kedua itu Sumatera Utara di wilayah Mandailing Natal dan lainnya. Pembuktiannya dapat kita lihat melalui penemuan ladang ganja di Aceh. Hampir setiap tahun, puluhan hektar ladang ganja yang ditemukan di Aceh itu selalu berada di tempat yang berbeda,” ujar Saidan Nafi.
#sitomgum | http://x.co/tJeX

Remaja Stroke Setelah Hisap Ganja Sintetis



Saat ini di beberapa negara beredar ganja dalam bentuk sintetis. Namun malang nasib remaja asal Texas ini, ia mengalami stroke dan kerusakan otak setelah menghisap ganja sintetis tersebut.

Emily Bauer (17 tahun) asal Cypress, Texas mengalami kerusakan otak, kebutaan, lumpuh dan menderita serangkaian stroke setelah merokok ganja sintetis yang dibeli di sebuah pompa bensin lokal.

Bauer membeli ganja sintetis ini pada Desember tahun lalu. Sekitar 15 menit setelah menghisapnya, ia mengatakan mengalami migrain dan butuh berbaring. Namun yang terjadi kemudian adalah ia menderita serangkaian stroke dan keadaan psikotik lain termasuk halusinasi.

Saat itu Bauer langsung dibawa ambulance ke Northwest Cypress Hospital, bahkan ia sempat mencoba menyakiti diri sendiri dan orang lain dengan berusaha menggigit staf medis.

Bauer pun dimasukkan ke dalam kondisi koma induksi medis sehingga dokter bisa melakukan pemeriksaan pada otaknya. Terungkap ia mengalami stroke yang telah menyebabkan vaskulitis parah, yaitu kontraksi pembuluh darah yang membatasi darah dan oksigen mencapai otak.

"Dalam waktu 4 hari kami berusaha berpikir semuanya akan baik-baik saja dan kami akan menempatkannya di rehabilitasi narkoba," ujar ayah tirinya, Tommy Bryant, seperti dikutip dari The Independent.com, Rabu (6/2/2013).

Beruntung Bauer menunjukkan tanda-tanda awal perbaikan, namun tekanan di otaknya meningkat hingga ke taraf berbahaya sehingga dokter perlu membentuk lubang di tengkorak untuk mengurangi tekanan.

Dokter mengatakan sekitar 70 persen dari otak Bauer dianggap 'mati'. Meski begitu, Bauer terus berjuang dan kondisinya semakin meningkat. Walaupun terkadang ia merasa bingung dan menderita kelumpuhan, tapi ia sudah mulai bisa menggerakkan lengan serta kakinya.

Ganja sintetis biasanya terdiri dari campuran herbal yang digabung dengan bahan kimia. Untuk mensiasati komplikasi hukum, ganja sintetis sering dicap sebagai potpourri atau dupa.

#sitomgum | http://x.co/tIz0

Mengenal Perbedaan Ganja dan Catha Edulis



Ganja (Cannabis Sativa, Cannabis Indica) merupakan tanaman semusim dan penghasil serat sebagai bahan pembuat kantung. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak. Namun di kemudian hari ditetapkan sebagai tanaman yang dilarang untuk dibudidayakan, mengingat adanya kandungan zat tetrahidrokanabinol. Tanaman ganja sangat prospektif jika ditinjau dari segi ekonomi.


Catha edulis Forsk (Khat, Qat, Gat) merupakan spesies tanaman berdaun sepanjang tahun dari famili Celastracheae. Diperkirakan sebagai tanaman asli dari Afrika Timur. Di Somalia disebut Qaat atau Jaad. Sementara di Etiopia disebut Chat. Sebelum dipastikan terdapat senyawa Cathinone, tanaman Catha Edulis hanya sebatas tanaman semak yang sewaktu-waktu ditebang dan dibakar. Namun, sebagai elemen tradisi sosial pada beberapa komunitas di Afrika Timur, bila dikunyah, daun tanaman ini dapat menimbulkan perasaan segar dan euforia.
Sekitar abad ke-15, tanaman ini kemudian dibawa dari Etiopia ke Yaman, Jazirah Arab, yang kemudian dibudidayakan secara luas sebagai agrikultur yang prospektif bagi petani. Di Yaman, Catha Edulis disebut Qat and Gat. Tahun 2001, diperkirakan pendapatan petani dari budidaya tanaman Catha Edulis mencapai 2,5 juta ryal per hektar. Sekitar 75 persen penduduk Yaman berusia 16 sampai 50 tahun mengunyah daun Qat. Namun, tahun 2007, pemerintah Yaman mengeluarkan regulasi membatasi budidaya tanaman ini.
Meski dilarang di sejumlah negara, ada juga yang melegalkan zat yang memberi efek euforia. Bahkan di Israel, Chatinone dibuat sebagai bahan untuk jus.  Minuman tersebut cukup kondang hampir di seantero Israel dan beberapa wilayah di Timur Tengah. Bahan dasar jus diambil dari daun dan tunas tumbuhan Khat.
Untuk membuat jus khat sama seperti dengan meracik jus lainnya. Daun dan tunas khat dicuci, lalu diblender atau ditumbuk setelah sebelumnya dicampur dengan air. Bisa juga ditambah gula sebagai penambah rasa.
Tanaman Beracun
Terdapat sekitar 44 spesies tanaman Catha di Yaman. Tiap 100 gram daun segar Catha mengandung 36 miligram katinon, 120 miligram cathine, dan 8 miligram norefedrin. Tetapi,  Widler et al. (1994) menemukan 102 mg katinon, 86 mg cathine dan 47 mg norefedrin pada setiap 100 gram daun segar Catha edulis yang berasal dari Kenya. Konsumsi dosis rendah katinon sekitar 0,2 miligram per kilogram berat badan tidak menimbulkan efek buruk pada tubuh.
Lantaran kemajuan transportasi udara, kini tanaman Catha Edulis tersebar luas di berbagai negara, seperti Inggris, Italia, Belanda, Kanada, Israel, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Lewat penelitian ilmiah pada 1975, dari daun Catha dapat diekstrak senyawa alkaloid monoamin cathinone (katinon), suatu senyawa yang berefek mirip amfetamin.
Daun Catha Edulis memiliki ukuran panjang 5-10 sentimeter dan lebar 1-4 sentimeter. Sebagai jenis tanaman yang tumbuh lambat, Catha edulis memerlukan waktu 8 tahun untuk mencapai tinggi maksimum 3 meter. Dalam daftar tanaman beracun, Catha edulis dikategorikan sebagai tanaman beracun kelompok I yang mengandung senyawa yang dapat menimbulkan keracunan serius berupa muntah, sakit perut dan diare dalam waktu 60 sampai 90 menit setelah tertelan.
Dalam waktu 48 jam, cathinone merupakan senyawa yang labil untuk berubah menjadi nore­fedrin, senyawa simpa-tomimetik yang digunakan sebagai cikal obat asma dan hidung tersumbat karena pilek (de-kongestan). Berbeda de ngan daun ganja, daun Catha Edulis tidak pas untuk dijadikan rokok lantaran kelabilan senyawa katinon.

#sitomgum | http://x.co/tHBR

BNN dan Pertamina Memberi Bantuan Untuk Pengalihan Lahan Ganja Menjadi Lahan Holtikultura di Kabupaten Mandailing Natal (Madina)



Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan PT Perusahaan Tambang Minyak Nasional (Pertamina) akan mensejahterakan petani ganja di wilayah Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kedua instansi pemerintah ini akan memberikan bantuan pengalihan lahan ganja menjadi lahan holtikultura dan membangun fasilitas umum di beberapa desa yang dekat dengan Tor Sihite yaitu bukit atau tor yang sering ditemukan ladang ganja.
Kepala BNN Kabupaten Madina AKBP Eddy Mashuri Nasution SH MH kepada wartawan, Kamis (31/1) mengatakan, BNN pusat bersama dengan PT Pertamina yang diwakili salah seorang Deputi, Wahyu,  sudah meninjau dan bersilaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Panyabungan Timur, khususnya beberapa desa yang berada di kaki bukit Tor Sihite.
Dalam pertemuan itu, masyarakat mengutarakan bahwa mereka meninginkan pembangunan wilayah mereka. Sebab selama ini pembangunan ke wilayah itu sangat minim, seperti akses jalan yang tak pernah diperbaiki dan fasilitas umum yang memperihatinkan. Masyarakat juga menyambut baik atas rencana BNN dan Pertamina dalam mengalihkan lahan ganja menjadi lahan pertanian atau tanaman holtikultura.
“Antusias masyarakat sangat tinggi, mereka menyambut baik rencana kita untuk mengalihkan lahan ganja menjadi areal tanaman holtikultura. Rabu kemarin BNN Pusat bersama PT Pertamina pusat sudah bersilaturahmi dengan masyarakat setempat, mereka mengaku sangat membutuhkan pembangunan itu layaknya daerah pedesaan yang lain,” ungkap Eddy.
Dijelaskan Eddy, Pertamina berencana mewujudkan pembangunan fasilitas umum melalui dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari perusahaan di bawah Kementerian BUMN itu. Rencana bantuan yang akan diberikan berupa pembangunan jalan setapak, MCK, mushalla, sarana pendukung pendidikan, puskesmas dan bangunan lain yang dibutuhkan masyarakat.
“Bantuan yang akan disalurkan Pertamina berdasarkan skala prioritas. Artinya, apa kebutuhan prioritas masyarakat, maka itu yang dibantu dahulu, sesuai dengan proposal masyarakat itu.
Dan BNN dalam hal ini akan membantu dalam pengalihan lahan ganja, seperti memberikan bibit tanaman holtikultura berupa sayur mayur, buah-buahan dan sebagainya untuk ditanam di areal ladang ganja yang ditemukan selama ini, karena kebutuhan sayur dan buah di Madina sendiri masih banyak didatangkan dari luar daerah,” tambahnya.
Eddy berharap, seluruh elemen masyarakat, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Madina mendukung program yang akan direalisasikan BNN tersebut, dan BNN akan terus berupaya mencari alternatif depelovment dengan mendekati perusahaan-perusahaan besar di nusantara agar bisa membantu mensejahterakan masyarakat Panyabungan Timur yang jauh tertinggal dibandingkan dengan desa lainnya. Sebab masyarakat masih sulit untuk memeroleh pendidikan dan layanan kesehatan.
“Program ini sudah didukung Pemkab Madina, namun kita masih berharap dukungan dari semua elemen masyarakat demi meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Mari narkoba jenis ganja bisa dibinasakan dari Madina,” pungkasnya.
#sitomgum | http://x.co/swUe