Global Marijuana March (GMM) 2012 Jakarta, Indonesia


Lingkar Ganja Nusantara dan para pendukung legalisasi ganja sukses menggelar Global Marijuana March 2012 di Bundaran HI, Jakarta. Kekhawatiran aparat kepolisian akan adanya gerombolan ormas anarkis yang menolak wacana legalisasi ganja dan siap membubarkan GMM 2012 sirna. Tidak ada kelompok atau ormas yang mengganggu jalannya aksi GMM 2012.



Pada siang jam 14:30, saat GMM 2012 baru dimulai, peserta yang hadir tidak terlalu banyak, tapi menjelang sore peserta terus bertambah. GMM 2012 diikuti sekitar 300an orang lebih, banyak peserta yang datang dari luar Jakarta. Mereka datang khusus untuk menghadiri GMM 2012. LGN Regional yang hadir pada GMM 2012 yaitu; Bali, Medan, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Malang, Semarang, Salatiga, dan Surabaya. Acara berakhir pada jam 18:00 sesuai dengan rencana.

Orasi berlangsung seru. Selama berorasi, peserta bernyanyi bersama orator sambil berjalan kaki dengan diiringi musik diatas mobil Jeep Land-Rover. Massa berjalan dari titik pusat aksi (Bundaran HI) menuju sarinah (mall) dan kembali ke Bundaran HI. Di Bundaran HI orasi terus berlanjut sambil diselingi musik dari teman-teman seniman pendukung legalisasi ganja.
Salah satu peserta GMM 2012 datang dari Komunitas Kretek, sebuah komunitas yang terdiri dari masyarakat yang memperjuangkan tradisi rokok kretek di Indonesia. Jibal, seorang seniman dari Komunitas Kretek turut meramaikan GMM 2012 dengan menyanyikan beberapa lagu reggae dan syair tentang keterpinggiran warga marginal di Indonesia. Dengan diiringi petikan gitar, Jibal bersenandung tentang penderitaan rakyat yang tertindas.
Jumlah peserta bertambah menjelang sore, mungkin dikarenakan sinar matahari yang mulai meredup dan udara yang mulai sejuk sore di Bundaran HI. Pada saat siang ketika GMM 2012 dimulai, suhu udara masih sangat panas. Tetapi walaupun panas, para peserta GMM 2012 yang sejak awal sudah menunggu acara dimulai tidak mundur, mereka terus berjalan melakukan march dengan slogan “Keluarkan Ganja dari Golongan Narkotika.”
Pada GMM 2012, LGN mengeluarkan 5 (lima) tuntutan kepada pemerintah RI, yaitu:
  1. Pengguna Ganja Bukan kriminal
  2. Stop Haramkan Ganja
  3. Ganja Dapat Menyembuhkan Kanker
  4. Keluarkan ganja Dari Golongan narkotika
  5. Hemp Untuk Energi Terbarukan
Untuk mencapai ke-5 tuntutan tersebut, LGN akan terus bergerak. Rencananya, tahun ini LGN segera mendatangi anggota DPR dan Kementrian yang terkait dengan membawa background paper untuk memperkuat argumen dari ke-5 tuntutan itu. LGN juga akan segera menuntaskan macetnya surat pengesahan Yayasan Lembaga penelitian tanaman Ganja (YLPTG) yang kabarnya masih  nyangkut dikantor BNN dengan alasan yang tidak jelas.
Tahun 2012 adalah tahun ke-3 Indonesia menyelenggarakan Global Marijuana March. Selama 3 kali menggelar GMM, terjadi peningkatan kualias pemberitaan media secara bertahap. Pada tahun 2010 tidak ada satupun media yang meliput, kemudian tahun 2011 media memberitakan GMM tapi dengan pemberitaan yang sangat tendensius mengenai kegiatan GMM dan komunitas LGN. Pemberitaan mengenai GMM dipelintir dengan kata-kata yang memojokkan tanaman ganja seperti kata “Barang haram” yang selalu dibubuhi ditiap kalimat pemberitaan mengenai ganja. GMM 2012 pemberitaan media sudah tidak lagi tendensius seperti dulu. Beberapa media online dan televisi seperti Metro TV dan TVONE pemberitaan mengenai GMM sudah lebih baik, tidak ada lagi stigma atau kata haram. Media sudah mulai arif dalam menulis berita.
Kami dari pengurus Lingkar Ganja Nusantara dan teman-teman aktivis LGN mengucapkan terima kasih atas dukungannya selama ini. GMM 2012 menjadi peringatan bagi kita semua bahwa tanaman ganja yang banyak manfaatnya itu masih berada di pusat perang narkoba yang sangat merugikan rakyat, terutama pengguna ganja dan keluarganya. Oleh karena itu, LGN bertekad untuk terus mengejar legalisasi ganja di Indonesia demi terciptanya keadilan dan kemakmuran bangsa.
#sitomgum | http://www.legalisasiganja.com/gmm-2012-jakarta-indonesia/

Yang Berhasil Disita Polda Metro Jaya Selama 2012 Antara Lain : Ganja 1,630 kg, Heroin 3,28 kg, Kokain 1,2 kg, Sabu 511,9 kg, Bubuk Ecstasy 113 kg, Ecstasy 1.850.686 butir, Psikotropika Golongan IV 199 butir



Sepanjang tahun 2012, kasus Narkoba yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2011. Jumlah kasus Narkoba pada tahun 2012 sebanyak 4.836 kasus, dibandingkan tahun 2011 sebanyak 4.817 kasus. Artinya, terjadi peningkatan sebanyak 0,39 persen. Namun, tingkat penyelesaian kasus (crime clearence) pada tahun 2012 sebanyak 4.836 kasus dibandingkan tahun 2011 sebanyak 4.817 kasus. Artinya, terjadi peningkatan sebesar 0,39 persen.

"Pada tahun 2012 kasus Narkoba di jajaran Polda Metro Jaya sebanyak 4.836 kasus, dapat diselesaikan seluruhnya 4.836 atau sebesar 100 persen, " ungkap Kapolda Metro Jaya, Putut Eko Bayuseno, saat membacakan rilis laporan akhir tahun di Mapolda Metro Jaya, Kamis (27/12/2012).

Dari jumlah tersangka, pada tahun 2011 Polisi berhasil menangkap sebanyak 5.874. Di tahun 2012, jumlahnya mengalami peningkatan sebesar 1,14 persen. Pada tahun ini jumlah tersangka yang berhasil diringkus mencapai 5.941 orang. Jumlah tersangka tersebut terdiri dari 5.605 laki-laki dan 336 perempuan.

Barang bukti yang berhasil disita selama 2012, antara lain : ganja 1,630 kg, heroin 3,28 kg, kokain 1,2 kg, sabu 511,9 kg, bubuk ecstasy 113 kg, ecstasy 1.850.686 butir, psikotropika gol IV 199 butir.

Operasi khusus yang terkait pemberantasan narkoba, pihak Polda Metro Jaya sempat melaksanakan Operasi Nila Jaya 2012 yang dilaksanakan sejak tanggal 1-20 Juni 2012. Operasi ini bertujuan untuk pemberantasan distributor, agen, pengedar serta pemakai narkoba. Dalam operasi ini, polisi berhasil menangkap 553 orang.

Untuk kasus narkoba yang paling menonjol selama 2012, yaitu pengungkapan peredaran gelap narkotika jaringan internasional Malaysia-Indonesia pada tanggal 16 April 2012 dengan TKP terletak di pool Bus IMI (Indonesia Mulia Indah), Jalan Soekarno-Hatta  132, Rajabasa Raya, Bandar Lampung. Dalam kasus tersebut, polisi menangkap seorang warga negara Malaysia bernama Thai Woon Foi dan 2 WNI bernama Husin dan Yusuf Bena.

Selain itu, berdasarkan hasil penyelidikan polisi diketahui bahwa produsen narkoba lebih banyak di luar negeri. Para produsen memroduksi barang haram tersebut di negara asal mereka, kemudian menjualnya di Indonesia.

"Karena lebih menguntungkan, mereka memroduksi di luar negeri dibandingkan memroduksi di Indonesia," ujar Putut.

#sitomgum | http://x.co/rJ0b

Kepala BNN Menantang Orang Kaya Indonesia Untuk Memberdayakan Mantan Petani Ganja di Sumatera


Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Inspektur Jenderal Anang Iskandar menantang orang kaya Indonesia untuk mengerjakan proyek BNN pemberdayaan mantan petani ganja di Sumatera. Menurut Anang, program itu harus dikerjakan oleh pihak swasta.

"Tolong umumkan kepada orang-orang kaya di Indonesia, siapa yang mau garap proyek ini. Saya akan dukung kegiatan itu," kata Anang di sela-sela pembacaan laporan akhir tahun di gedung BNN, Jakarta, Rabu (26/12/2012).

Sepanjang tahun 2012, BNN berhasil menemukan dua titik ladang ganja besar di Sumatera, yakni di Lamteuba, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darrusalam dan Madina, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kedua ladang ganja tersebut merupakan mata pencaharian puluhan petani ganja yang adalah warga sekitar.

Setelah memusnahkan ladang ganja tersebut, BNN yang kala itu dipimpin oleh Komjen Gorries Mere berkewajiban untuk mengalihkan komoditas yang ditanam petani ke tumbuhan lain. Namun, hal itu tak mudah. Perlu program pemberdayaan agar para petani tak kembali menanam ganja.

Pasca berganti kepemimpinan, yakni Irjen Anang Iskandar program itu diragukan berjalan kembali. Anang mengatakan, program tersebut tetap wajib dilanjutkan. Namun, ia berharap proyek tersebut tidak lah dijalankan oleh pemerintah, baik itu BNN atau kementerian. Menurut Anang, jika proyek tersebut dijalankan oleh pemerintah, akan tersendat peraturan yang berbelit-belit.

"Kalau negara yang melakukan ini, biasanya tersendat-sendat, taruh lah ini BNN atau kementerian yang mengelola, itu peraturannya kaku, sangat ribet," kata Anang.

Dia berharap, dengan menggandeng pihak swasta, proyek tersebut tidak hanya berorientasi pada segi sosial, namun juga bisnis. Oleh sebab itu BNN berharap ada investor yang tertarik dalam proyek pemberdayaan mantan petani ganja itu.

#sitomgum | http://x.co/rGVA

Tahun 2012, Kasus di Polda Jawa Timur Ternyata Didominasi Ganja


Tahun 2012 kasus narkoba di Polda Jawa Timur (Jatim) ternyata didominasi narkoba jenis ganja. Berdasarkan data yang dikeluarkan Ditereskoba Polda Jatim kasus tersebut mencapai 2.500 kasus, dan 5.000 kasus bersama polres jajaran.



"Untuk tahun 2012 paling banyak adalah kasus ganja. Sedangkan sabu-sabu menempati peringkat kedua dengan berat bangang bukti yang disita Polisi sebesar 3.870 gram," ungkap Direktur Ditreskoba Polda Jatim Kombes Pol Andi Rudiyanto di sela-sela pemusnahan barang bukti sabu-sabu, di Mapolda Jatim, Rabu (26/12/2012).

Menurutnya, kasus narkoba jenis ganja di Polda Jatim memang mengalami tren kenaikan dibanding tahun 2011. Hal itu terbukti dari jumlah barang bukti yang berhasil diamankan. 

"Tahun lalu hanya sebesar 9.869 gram barang bukti yang berhasil diamankan, namun pada tahun 2012 melonjak tajam menjadi 68 ribu gram," jelasnya. 

Dia juga menuturkan, jika narkoba jenis sabu juga mengalami kenaikan. Pada tahun 2011 barang bukti yang disita sebesar 3.500 gram dan tahun ini sebesar 3.800 gram.

Rudi juga menjelaskan, untuk nilai barang bukti kasus Narkoba tahun 2012 ini sebesar Rp5 miliar. Sementara pontesi masyarakat yang berhasil diselamatkan sebanyak 80 ribu orang. 

"Ke depan kami akan terus meningkatkan dan meminta bantuan dari elemen masyarakat untuk membantu pemberantasan narkoba," katanya.

#sitomgum | http://x.co/rDuk

Tanda Pasien Membutuhkan Ganja Medis

http://www.legalisasiganja.com/wp-content/uploads/2011/12/ganja-medis-untuk-PIN-copy-1024x1015.jpg 

Meskipun banyak negara yang tidak melegalkan marijuana sebagai barang yang secara bebas boleh dikonsumsi, beberapa negara seperti Colorado, California, Columbia, Hawaii, Nevada, Montana, dan lainnya telah melegalkan keberadaan ganja sebagai salah satu pengobatan di beberapa penyakit.

Meski dikatakan efektif dalam terapi penyembuhan, namun ada beberapa persyaratan dalam penggunaannya. 

Namun,  seperti yang dikutip dari Dailymail, penggunaan semprotan yang mengandung ekstrak ganja bisa menjadi alternatif. Penggunaan semprotan ganja ini bisa diberikan apabila kerusakan myelin pasien sudah terlalu parah. Myelin sendiri merupakan selubung pelindung yang mengelilingi serabut saraf pada sistem saraf pusat. Ketika myelin mengalami kerusakan, akan mengganggu penyampaian pesan antara otak dan bagian-bagian tubuh lainnya.

Lainnya, sebuah tim ilmuwan yang dipimpin oleh Spanyol Manuel Guzman melakukan uji klinis pertama menilai tindakan antitumoral dari THC (tetrahidrocanabinol) salah satu senyawa yang terdapat dalam ganja.

Tanda Pasien Membutuhkan Marijuana

Dalam studinya, THC murni diteliti melalui kateter ke dalam tumor dari sembilan pasien yang dirawat dengan glioblastoma, yang telah gagal untuk menanggapi standar terapi otak pada pasien kanker. Hasilnya studi yang diterbitkan pada tahun 2006 dalam British Journal of Pharmacology, disebutkan bahwa pengobatan melalui THC, dikaitkan dengan proliferasi sel tumor secara signifikan mengurangi dalam setiap subjek tes. Sementara untuk penyakit kanker, ganja bisa dimanfaatkan bagi penderita kanker kulit.

Caranya dengan membuat minyak dari daun ganja, yang kemudian diaplikasikan pada kulit yang bermasalah. Selain itu, bila dimakan atau sebagai bahan campuran masakan seperti yang dilakukan masyarakat di Sumatera, nafsu makan akan meningkat. Meski demikian, diperlukan penanganan yang serius dari para ahli medis.

#sitomgum | http://x.co/qhfU

Ganja: Obat Kuno Untuk Masa Depan


LESTER GRINSPOON, M.D. & JAMES B. BAKALAR 

Copyright 1997


Pada bulan November 1996 masyarakat California menyetujui proposisi 215, sebuah inisiatif yang dapat, membuat mariyuana tersedia secara legal sebagai obat di Amerika Serikat untuk pertama kali setelah bertahun-tahun. Dibawah undang-undang yang baru, pasien atau perawat utama mereka yang memiliki atau menanam ganja untuk perawatan medis yang telah direkomendasikan oleh seorang dokter akan dibebaskan dari segala tuntutan kriminal. Pengobatannya dapat diperuntukkan bagi “Kanker, anorexia, AIDS, rasa sakit kronis, kejang-kejang, galukoma, arthritis, migrain, atau apapun penyakit lainnya yang dapat disembuhkan oleh mariyuana.” Dokter tidak boleh dihukum dalam cara apapun karena membuat rekomendasi, yang dapat ditulis maupun secara lisan. Disahkannya hukum seperti ini hanyalah permulaan dari sebuah trend yang akan menghadirkan tantangan baru bagi dokter, yang akan diminta untuk mengambil tanggung jawab awal dimana banyak dari kita yang belum siap. Semakin banyak pasien yang mendekati mereka dengan pertanyaan mengenai mariyuana, mereka harus memberikan jawaban dan membuat rekomendasi. Itu berarti bahwa mereka tidak hanya harus mendengarkan dengan lebih cermat pasien-pasien mereka namun juga mendidik mereka sendiri dan yang lain. Mereka harus mempelajari gejala dan gangguan mana yang bisa diobati dengan lebih baik dengan ganja daripada pengobatan yang konvensional, dan mereka mungkin perlu untuk menjelaskan bagaimana menggunakan mariyuana.




Ganja sangatlah aman, praktis, dan obat-obatan yang potensinya sangat murah. Ketika kami mengulas kegunaan medisnya pada tahun 1993 setelah memeriksa banyak pasien dan sejarah kasus, kami dapat menyebutkan daftar sebagai berikut : mual dan muntah-muntah dalam kemoterapi kanker, sindroma hilangnya berat badan pada AIDS, glaukoma, epilepsi, kejang otot dan rasa sakit kronis pada multiple sclerosis, quadriplegia dan gangguan kejang lainnya, migrain, prurits parah, depresi, dan gangguan mood lainnya. Sejak itu kami telah mengidentifikasi lebih dari selusin lainnya termasuk asma, insomnia, dystonia, scleroderma, penyakit Crohn’s, diabetic gastroparesis, dan penyakit terminal. Daftar ini pun masih panjang.

Sebagai contoh, ganja juga ditemukan bermanfaat dalam pengobatan dari ostoarthritis. Asprin dipercaya telah menyebabkan lebih dari 100 kematian setiap tahunnya di Amerika Serikat. Lebih dari 7,600 kematian setiap tahun dan 70,000 perawatan rumah sakit yang disebabkan oleh non-steroidal antiinflamatory drugs (NSAIDs) telah dilaporkan. Komplikasi gastrointestinal dari NSAIDs adalah efek samping serius yang paling sering dilaporkan. Penggunaan acetaminophen jangka panjang dianggap sebagai salah satu penyebab paling umum dari penyakit ginjal tahap akhir. Ganja yang dihisap beberapa kali sehari sering lebih efektif dari NSAIDs atau acetaminophen dalam osteoarthritis, dan belum pernah ada laporan kematian akibat ganja.

Sering diperdebatkan bahwa bukti dari kegunaan medis marijuana, walaupun kuat, hanyalah cerita belaka (anecdotal). Adalah benar bahwa tidak ada studi yang memenuhi standard dari Food and Drug Administration, terutama karena hambatan legal, birokratik dan finansial terus-menerus diberikan. Situasinya adalah ironi, karena begitu banyak penelitian telah dilakukan terhadap marijuana, sering dalam usaha yang tidak sukses untuk menunjukkan bahaya kesehatan dan potensi adiktif, yang kita tahu lebih banyak tentangnya daripada mengenai obat-obatan resep. Dalam kasus apapun, penelitian yang terkontrol dapat menyesatkan jika yang diteliti adalah pasien yang salah atau dosis yang keliru digunakan, serta respon pengobatan yang umum (dianggap biasa oleh pasien) dapat dikaburkan dalam eksperimen grup.

Bukti-bukti anekdotal adalah sumber dari kebanyakan pengetahuan kita mengenai obat-obatan. Seperti yang ditunjukkan oleh Louis Lasagna, eksperimen terkontrol tidak dibutuhkan untuk mengenali potensi terapeutik daro chloral hydrate, barbiturate, aspirin, insulin atau penisilin. Bukti-bukti anekdotal juga menunjukkan kegunaan dari propanolol dan chlorothiazide untuk hipertensi, diazepam untuk status epilepticus, dan imipramine untuk enuresis. Semua obat-obatan ini pada mulanya telah disetujui untuk kegunaan yang lain.

Beberapa dokter dapat menganggap ini sebagai tidak bertanggung jawab untuk didukung, lebih-lebih mengadvokasi penggunaan ganja berdasarkan dari bukti-bukti anekdotal (kesaksian pribadi), yang terlihat menghitung keberhasilan dan tidak menghiraukan kegagalan. Hal itu akan menjadi masalah serius hanya jika ganja merupakan obat yang berbahaya. Tahun-tahun dari usaha untuk membuktikan bahwa mariyuana berbahaya secara berlebihan telah membuktikan sebaliknya. Ia lebih aman, dengan lebih sedikit efek samping serius, daripada kebanakan obat-obatan resep, dan jauh lebih tidak adiktif atau dapat disalahgunakan daripada banyak obat yang sekarang digunakan sebagai pelemas otot, hypnotic dan analgesic.

Karena itu dapat diperdebatkan bahwa jika hanya sedikit pasien yang bisa mendapatkan penyembuhan dari ganja, maka ganja harus dibuat tersedia karena resiko akan sangat kecil. Sebagai contoh, banyak pasien dengan multiple sclerosis menemukan bahwa ganja mengurangi kejang otot mereka dan rasa sakitnya. Seorang dokter mungkin tidak yakin bahwa pasien tertentu akan mendapatkan penyembuhan yang lebih baik dari ganja daripada obat seperti baclofen, dantrolene, dan dosis tinggi diazepam yang telah dikonsumsi si pasien, namun satu hal yang pasti adalah ahwa reaksi racun dari mariyuana sangatlah tidak mungkin, karena itu pertimbangan rasio antara resiko dan manfaat membuatnya sangat patut dicoba. Bagaimanapun, sebuah bentuk preparasi dan intruksi mungin diperlukan, baik untuk mecapai tujuan pengobatan dan untuk menghindari reaksi yang tidak diinginkan. Efek psikoaktif, sebagai contohnya, harus dijelaskan kepada pasien yang awam terhadap mariyuana, yang mungkin akan mengalami kecemasan pada penggunaan awal.

Pertimbangan legitimasi yang utama adalah efek dari merokok pada paru-paru. Banyak dokter menemukan sulit untuk menyarankan obat yang dirokok. Walau asap ganja mengandung lebih banyak tar dan materi partikulat daripada asap tembakau, jumlah yang diperlukan oleh kebanyakan pasien sangatlah terbatas. Lebih lanjut, ketika mariyuana adalah obat yang dikenal secara terbuka, solusi bagi permasalahan ini mungkin ditemukan, mungkn dengan pengembangan dari teknik untuk menghirup uap ganja. Bahkan sekarang, bahaya paling besar dari menggunakan ganja untuk keperluan medis bukanlah ketidakmurnian dalam asapnya namun ilegalitasnya, yang telah menempatkan kecemasan dan pengorbanan besar pada orang-orang yang menderita.

Sebuah versi sintetis dari delta-9-tetrahydrocannabinol, zat aktif utama pada ganja, telah tersedia dalam bentuk oral untuk keperluan terbatas sebagai obat yang termasuk daftar “Schedule II” sejak tahun 1985. Obat ini, dronabinol (Marinol), secara umum dianggap sebagai kurang efektif daripada mariyuana yang dirokok. Pasien yang mengalami mual-mual parah dan terus-menerus muntah, sebagai contoh, dapat menemukannya sebagai hampir tidak mungkin untuk menyimpan pil atau kapsul. THC oral secara acak dan lambat diserap ke dalam pembuluh darah; dosis dan durasi dari efek mariyuana yang dihisap adalah lebih mudah untuk dititrasi. Lebih lanjut, THC oral seringkali membuat banyak pasien menjadi cemas dan tidak nyaman, kemungkinan karena cannabidiol, satu dari banyak zat pada mariyuana, memiliki efek anxiolytic.

Selain tanggung jawab langsung terhadap pasien individual yang berhubungan dengan mariyuana medis, dokter juga mempunyai kewajiban yang bersifat sosial dan terutama politis. Jerome P. Kassirer telah mengidentifikasinya dalam editorial New England Journal terbaru yang berjudul “Federal Foolishness and Mariyuana.” Ia mendeskripsikan kebijakan pemerintah pada mariyuana medis sebagai “munafik” dan memprediksi bahwa dokter yang “memiliki keberanian untuk menantang pelarangan mariyuana bagi orang sakit” pada akhirnya akan memaksa pemerintah untuk mencapai sebuah bentuk akomodasi. Tugas penting tersebut akhirnya akan jatuh pada generasi dokter yang lebih muda, termasuk mahasiswa kedokteran saat ini dan di masa depan.



REFERENSI
1. California Health and Safety Code Section 11362.5

2. Grinspoon L, Bakalar JB. Marihuana, the Forbidden Medicine. New Haven: Yale University Press, 1993.

3. Grinspoon L, Bakalar JB. Marihuana, the Forbidden Medicine (revised and enlarged edition). New Haven: Yale University Press, in press, 1997.

4. Gurkirpal S, Ramey DR, Morfeld D, Shi H, Hatoum HT, and Fries, JF. Gastrointestinal tract complications of nonsteroidal anti-inflammatory drug treatment in rheumatoid arthritis. Archives of Internal Medicine 1996;156:1530-6. 

5. Perneger TV, Whelton P, and Klag MJ. Risk of kidney failure associated with the use of acetaminophen, aspirin, and nonsteroidal antiinflammatory drugs. N Engl J Med 1994;331:1675-9. Ronco PM, Falhault A. Drug-induced end-stage renal disease. Editorial, N Engl J Med 1994;331:1711-2.

6. Lasagna L. Clinical trials in the natural environment. In Drugs between Research and Regulations, ed. Stiechele C, Abshagen W, and Koch-Weser J. 1985. Darmstadt: Steinkopff Verlag, pp. 45-9.

7. Chang AE, et al. Delta-9-tetrahydrocannabinol as an antiemetic in cancer patients receiving high-dose methotrexate: a prospective, randomized evaluation. Annals of Internal Medicine 1979;91:819-24. Zuardi AW, Shirakawa I, Finkelbarb E, and Karnio IG. Action of cannabidiol on the anxiety and other effects produced by delta-9-THC in normal subjects. Psychopharmacology 1976;76:245-50.

8. Kassirer JP. Federal foolishness and marihuana. N Engl J Med 1997;336:366-7.


#sitomgum | http://x.co/qVJZ

Menghadapi Masa Sulit Dengan Optimis


Tidak seorang pun hidup tanpa masalah. Menghadapi masa sulit adalah hal yang penting untuk diperhatikan. Setiap orang mempunyai saat-saat sulit sendiri tetapi bersikap optimis saat masa sulit adalah hal penting untuk meraih hal yang lebih besar dalam hidup Anda.


Berikut ini adalah hal penting untuk tetap optimis tak peduli apapun masalah Anda;


1. Selalu bersyukur, apapun masalah Anda.Ini adalah hal terpenting untuk dilakukan dalam setiap situasi yang kamu alami. Biasanya, jauh lebih mudah untuk menemukan 1000 alasan untuk mengeluh, untuk merasa depresi, atau yang lebih buruk, untuk bunuh diri dibandingkan satu alasan untuk merasa bersyukur di masa yang sulit. Jika masih sulit untuk dilakukan, cukup lihatlah sekitarmu, tontonlah TV, atau carilah di internet. Temukan 10 orang yang memiliki kondisi jauh lebih buruk daripada kamu. Aku berani bertaruh Anda dapat menemukannya dengan mudah. Lalu apa poinnya? Poinnya adalah Anda tidak sendiri.


2. Ingatlah semua memori positif di masa lalu, jangan buang waktu Anda dengan mengeluh di saat sekarang, dan fokuslah terhadap masa depan Anda.

Judul di atas sudah berkata segalanya. Masa sekarang akan menjadi masa lampau satu detik dari sekarang, dan masa depan akan menjadi masa lampau satu detik sesudahnya. Apakah Anda ingin membuat memori positif yang lain dengan melakukan hal yang positif atau hari-hari yang suram dengan terus mengeluh?

3. Selalu mengingat bahwa manusia cenderung lebih kreatif saat berada di bawah tekanan.Itu tergantung masing-masing orang. Jika seseorang dapat mengatasi rasa putus asa, biasanya mereka akan mencoba banyak cara yang kreatif untuk menjadikan hidup lebih baik. Itu bisa berarti cara yang positif atau negatif. Cara yang positif adalah cara untuk mencapai kebahagiaan jangka panjang. sedangkan cara negatif adalah cara untuk mencapai kebahagiaan jangka pendek. Hindari cara-cara yang negatif, karena itu sama dengan menggali kuburan Anda sendiri. Kesimpulannya adalah, semakin optimis diri Anda, semakin kreatif juga diri Anda nantinya. Dengan kata lain, Anda dapat menemukan ide-ide bagus saat Anda berada dalam masalah.


4. Baca cerita-cerita tentang orang-orang yang melalui masa sulit dan menjadi orang sukses.

Baca biografi tokoh inspiratif dan pelajarilah apa yang mereka lakukan untuk mengatasi masalah. Anda akan mendapatkan banyak wawasan dari situ. Tetapi, jangan cuma bersemangat sebentar setelah Anda membaca, latihlah itu di hidup Anda dan Anda akan memiliki hidup yang jauh lebih baik.

5. Tetap tenang, jangan panik.Seorang yang panik cenderung membuat segalanya semakin buruk. Rebahkan badan Anda, tutup mata Anda dan ambil napas dalam-dalam. Dengan melakukan ini, tubuh Anda akan menurunkan kadar hormon stress, kortisol dan adrenalin. Anda akan merasa tenang.


6. Lakukan hal-hal yang Anda suka.Tentu saja Anda memiliki hobi atau sesuatu yang kamu senang lakukan. Saya menyarankan Anda untuk melakukannya. Itu akan sangat menolong Anda untuk membuat pikiranmu rileks.


7. Selalu berdoa.Manusia memiliki batas. Jika Anda merasa Anda tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Hal terbaik yang perlu dilakukan adalah berdoa. Berharaplah Tuhan akan membukakan jalan karena kamu sudah berusaha sekuat tenaga.


#sitomgum | http://x.co/qEjI